Saturday, November 19, 2011

Analisis Sosiologi Dalam Masalah Sosial


Dalam postingan kali ini, saya hanya menulis pertanyaan dan jawaban dari salah satu mata kuliah yang saya ikuti. Daripada mubasir di dalam flash disk, mending upload saja. Itung-itung menghemat ruang penyimpanan di dalam fd saya.
Bisa dikatakan kalau ini merupakan bagian dari makalah. Karena jawaban dari setiap pertanyaan bisa menjadi makalah kecil. hehehehe…
Isinya seputar pandangan dari disiplin ilmu sosiologi akan sebuah masalah sosial maupun non sosial. Tanpa banyak kata-kata, ayo kita bahas bersama.


Bagaimana analisis sosiologi mengenai individu dan masyarakat?
Jawab:
Dalam ilmu sosiologi, individu dan masyarakat dipandang secara berbeda. Salah satunya diakibatkan oleh factor wilayah. Selain itu masyarakat merupakan suatu sistem sosial di manasemua saling berinteraksi dan menghasilkan suatu kebuayaan. Sedangkan individu sendiri merupakan bagian terkecil dari masyarakat dan sudah tidak dapat dibagi lagi.
Individu bila dipandang dari segi sosioligi merupakan bagian dan unsur dari masyarakat itu sendiri. Tanpa individu, msyarakat tidak akan pernah terbentuk. Dilain hal, sosiologi memandang masyarakat sebagai suatu hubungan antar manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia.
Dalam sosiologi, masyarakat memiliki beberapa unsur, yaitu:
  • Merupakan manusia yang hidup bersama
  • Bercampur untuk waktu yang cukup lama
  • Ada kesadaran bahwa mereka merupakan satu kesatuan
  • Mereka merupakan sistem hidup bersama

Adapun pandangan para ahli mengenai masyarakat:
  • Maclver dan Page, masyarakat merupakan hasil dari kebiasaan, dan tata cara dari wewenang dan kerjasama antara berbagai kelompok.
  • Parson, masyarakat merupakan suatu sistem sosial dimana semua fungsinya bersumber dari individu dan bertemu dengan yang lainnya.
Jadi hubungan antara masyarakat dan individu dapat digolongkan ke dalam beberapa hal, yaitu: masyarakat merupakan penentu individu, individu dapat menentukan masyarakat, dan keduanya saling menentukan.


Menurut Anda apakah gempa bumi sebagai gejala alam bisa berpengaruh terhadap gejala sosial? Bagaimana sosiologi memandang gejala itu?
Jawab:
Ya, gejala alam bisa berpengaruh terhadap gejala sosial. Gejala alam dapat berpengaruh terhadap gejala sosial karena akibat gejala tersebut masyarakat biasanya meninggalkan tempat tersebut. Bukan cuma itu, terkadang masyarakat harus meninggalkan kebiasan-kebiasaan yang lama karena harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Selain itu sosiologi memandang bahwa dengan adanya keharusan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru masyarakat pun secara otomatis akan mengalami perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada pada mereka. Salah satu contoh kasus adalah seperti yang terjadi pada gempa di Padang.
<p>Your browser does not support iframes.</p>


Jelaskan fungsi lembaga keluarga dimana Anda mengalaminya!
Jawab:
Menurut saya, fungsi dari lembaga keluarga bagi saya secara pribadi adalah sebagai tempat untuk bersosialisasi untuk pertama kalinya. Keluarga mepakan media bagi saya untuk membentuk kepribadian sebelum terjun lebih jauh ke dalam masyarakat.
Dari keluargalah saya belajar untuk bisa hidup berkelompok. Lembaga keluarga sangat membantu saya dalam hal berinteraksi dengan orang lain. Keluarga juga mengajarkan dan mendidik kita bagaimana untuk bisa mengasihi, menghormati, dan menghargai sesama.


Bagaimana kebudayaan membentuk perilaku individu?
Jawab:
Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta  yaitu buddayih yang berarti budi atau akal.  Kebudayaan sendiri memiliki pengertian yaitu suatu sistem yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adat istiadat, dan kebiasaan yang dibuat manusia sebagai anggota masyarakat dan dijadikan sebagai miliknya. Dengan kata lain kebudayaan mencakup seluruh kegiatan manusia.
Kebudayaan sendiri memiliki beberapa bentuk yang mempengaruhi kepribdian, seperti:
  • Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan, artinya adanya perbedaan antara individu-individu yang ada dalam masyarakat dengan yang yang ada di masyarakat lain yang masing-masing tinggal di daerah yang berbeda.
  • Pola hidup di kota dan di desa yang berbeda, artinya cara hidup di kota dan di desa sangat berbeda karena factor interaksi masyarakatnya.
  • Kebudayaan khusus kelas sosial, artinya setiap anggota masyarakat yang memiliki bermacam lapisan sosial harus memiliki sikap menghargai antar sesamanya.
  • Kebudayaan khusus atas dasar agama
  • Kebudayaan berdasarkan profesi.
Kebudayaan bisa membentuk perilaku dari setiap individu dan masyarakat karena kebudayaan merupakan semua tindakan manusia yang tidak pernah lepas dari semua kegiatan manusia dan dan kebudayaan selalu terkait dengan pikirannya. Bukan hanya itu kebudayaan juga berperan penting dalam membentuk perilaku individu dalam masyarakat Karena kebudayaan mempengaruhi dari segi pola pikir manusia dan juga dari segi pola pergaulan dalam masyarakat.

0 comments:

Post a Comment